Sunday, June 21, 2009
A tribute to my late father on FATHER'S DAY
A Father Is
A Father is neither an anchor to hold us back
nor a sail to take us there,
but always a guiding light
whose love shows us the way.
The warm light of your love
shines in my memories and in my heart
reminding me of your guidance
your care, and most of all, your love
- Anonymous
It just dawned on me that I don't really know much about Abah. I know that he was in the army from the photos. He was very slim and handsome in his uniform! I don't know when exactly he served as a clerk at the local council.
Where did he school?
Abah liked reading. I still have some of his collection of books. Abah was also into politics. He was a staunch supporter of UMNO.
I really would like to know more about Abah. I really need to get more information on Abah from Acik. She's the only one left. I'll give her a call sometime soon. Perhaps, pay her a visit?...
Friday, June 19, 2009
Kok ye pun nak tiru.......
Kok ye pun nak tiru, jangan la ditiru bulat bulat! Dah ketandusan sangat kah pengkarya di Malaysia ni? Ke mana perginya pengawasan dari pihak Media Prima sehingga drama yang sebegini rendah kualitinya boleh disiarkan?
Apa yang amat memualkan berkenaan drama ini adalah mencedok habis gaya hidup yang dipaparkan di dalam Grey's Anantomy di mana "interns" mangamalkan seks bebas....bersekedudukan...berzina!!!
Kalau dalam Grey's Anatomy, cara hidup sedemikian adalah norma kehidupan mereka di Amerika Syarikat. Ini Malaysia. Majoriti rakyatnya beragama Islam. Seks bebas, bersekedudukan, berzina, bukan sahaja tidak diterima dalam Islam, tetapi juga agama agama lain yang dianuti di negara ini.
Bukan semua dari Grey's Anatomy itu tak boleh ditiru. Kalau nak cedok pun, ambil lah bahagian yang menunjukkan semangat setiakawan, ketabahan, kejujuran, ketelusan, kesetiaan. Banyak nilai-nilai yang baik yang boleh diambil dari Grey's Anatomy. Malangnya pengkarya yang mencedok dari Grey's Anatomy jelas tidak tahu menilai. Tidak peka terhadap resam hidup masyarakat tempatan....walaupun beliau seorang tempatan(?)
Malang sekali jika pihak Media Prima tidak lebih berhati-hati, drama drama yang sebegini hanya akan meracuni fikiran dan merosakkan akhlak modal insan negara kita.
ARAPAIMA
I learned of this specie after reading this posting which led me to this news report. I looked up further information on the specie here. Fascinating!
"Also known as the paiche or the pirarucu, the arapaima is an air-breathing fish that plies the rain forest rivers of South America's Amazon Basin and nearby lakes and swamps. One of the world's largest freshwater fish, these giants can reach 9 feet (2.75 meters) long and weigh up to 440 pounds (200 kilograms). They have a wide, scaly, gray body and a tapered head.
Though arapaimas can stay underwater for 10 to 20 minutes, they tend to remain near the water's surface, where they hunt and emerge often to breathe with a distinctive coughing noise. They survive mainly on fish but are known to occasionally grab birds close to the water's surface.
The arapaima's proximity to the water's surface make it vulnerable to human predators, who can easily target them with harpoons. Some indigenous communities consume the arapaima's meat and tongue and collect its large scales, which are fashioned into jewelry and other items.
The Amazon's seasonal floods have become part of the arapaima's reproductive cycle. During low-water months (February to April) arapaimas construct bottom nests and females lay eggs. Young begin to hatch as rising water levels provide them with flood conditions in which to flourish. Adult males play an unusual reproductive role by incubating tens of thousands of eggs in their mouths, guarding them aggressively and moving them when necessary.
While this giant fish's habitat is relatively unmolested, overfishing has become a serious problem, and some South American authorities have attempted to enact protections."
T
Monday, June 15, 2009
CINTA AGONG SEORANG SUAMI
Dilihat dari usia beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja bahkan sudah mendekati malam. Masa Pak Suyatno, 58 tahun ke sehariannya diisi dengan merawat isterinya yang sakit. isterinya juga sudah tua. Mereka berkahwin sudah lebih 32 tahun
Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak mampu digerakkan lagi.
Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapkan, dan mengangkat isterinya ke atas tempat tidur. Sebelum berangkat ke tempat kerja dia meletakkan isterinya di hadapan TV supaya isterinya tidak berasa kesunyian.
Walau isterinya tidak dapat bercakap, tapi dia selalu melihat isterinya tersenyum, dan Pak Suyatno masih berasa beruntung kerana tempat kerjanya tidak begitu jauh dari rumahnya, sehingga siang hari dia boleh pulang ke rumah untuk menyuapi isterinya makan. Petangnya dia pulang memandikan isterinya, mengganti pakaian, dan selepas maghrib dia temankan isterinya menonton tv sambil bercerita apa sahaja yang dia alami seharian.
Walaupun isterinya hanya mampu memandang (tidak mampu memberikan respons), pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda dan bergurau dengan isterinya setiap kali menjelang tidur.
Rutin ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan sabar dia merawat isterinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yang masih kuliah.
Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul di rumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Kerana setelah menikah mereka tinggal dengan keluarga masing-masing.
Dan pak suyatno tetap merawat ibu kepada anak-anaknya, dan yang dia inginkan hanya satu: semua anaknya berjaya.
Dengan kalimat yang cukup hati2 anak yang sulung berkata : "Pak kami ingin sekali merawat ibu ... Semenjak kami kecil kami melihat bapak merawat ibu dan tidak ada sedikit pun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak izinkan kami menjaga ibu."
Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya .....
"Sudah yang kali keempat kami mengizinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibu pun akan mengizinkannya. Bila bapak akan menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini ... kami sudah tidak sampai hati melihat bapak begini... kami berjanji akan merawat ibu dengan sebaik-baiknya secara bergantian," ujar anaknya yang sulung merayu.
Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga oleh anak-anaknya.
"Anak-anakku. .... jikalau hidup di dunia ini hanya untuk nafsu.... mungkin bapak akan berkahwin lagi.... tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku... . itu sudah lebih dari cukup. Dia telah melahirkan kalian..." Sejenak kerongkong nya tersekat... "Kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Cuba kalian tanya ibu mu apakah dia menginginkan keadaannya seperti Ini ?
Kalian menginginkan bapak bahagia .... Apakah batin bapak dapat bahagia meninggalkan ibumu dalam keadaannya seperti sekarang ?
Kalian menginginkan bapak yang masih diberi Allah kesihatan yang baik dirawat oleh orang lain ....... bagaimana dengan ibumu yg masih sakit ?
Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno... Mereka pun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata ibunya... Dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu...
Sampailah akhirnya pak Suyatno diundang oleh salah satu stesen TV swasta untuk menjadi panel jemputan acara Bimbingan Rohani Selepas subuh dan juru acara pun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno...
Kenapa bapak mampu bertahan selama 25 tahun merawat Isteri yang sudah tidak mampu berbuat apa-apa?
Ketika itu pak Suyatno pun menangis.... tamu yang hadir di studio yang kebanyakan kaum ibu pun tidak mampu menahan rasa terharu...
Disitulah pak suyatno bercerita... Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta tapi dia tidak mencintai kerana Allah maka semuanya akan luntur...
Saya memilih isteri saya menjadi pendamping hidup saya .... Sewaktu dia sihat diapun dengan sabar merawat saya... Mencintai saya dengan sepenuh hati zahir dan batinnya bukan dengan mata kepala semata-mata. .. dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu dan baik-baik...
Sekarang dia sakit berkorban untuk saya kerana Allah... Dan itu merupakan ujian bagi saya.
Sihat pun belum tentu saya mencari penggantinya. .. apalagi dia sakit ... Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya mengadu kepada Allah di atas sajadah supaya meringankan penderitaan isteri saya.
Dan saya yakin hanya kepada Allah tempat saya mengadukan rahsia dan segala kesukaran saya...kerana DIA maha Mendengar... .
Kisah yang wajar kita teladani... masih adakah suami yang sedemikian??